Proses bisnis membutuhkan banyak hal agar terjadi dengan lebih lancar. Sebut saja dimulai dari riset, pengadaan barang, proses produksi, penjualan hingga melakukan evaluasi bisnis. Salah satu yang penting adalah pengadaan barang. Proses ini biasa terjadi dalam satu sistem yaitu procurement management. Seperti apa langkah dalam hal pengadaan barang.

Mengenal Pengadaan Barang

Pengadaan merupakan kegiatan yang menyediakan perbekalan untuk mendukung kegiatan bisnis dalam sebuah perusahaan. Pengadaan ini mungkin berbeda satu perusahaan dengan lainnya. Pastinya ini menyesuaikan dengan kebutuhan serta seperti apa kegiatan bisnis atau kerja dari kantor tersebut.

Namun secara umum pengadaan barang memang dimulai dari perencanaan yang berisi kebutuhan apa yang memang dibutuhkan oleh perusahan. Setelah itu, baru perencanaan dari segi biaya. Tak lupa untuk melihat dari inventaris tahun-tahun sebelumnya. Hal ini penting untuk membuat pengadaan barang menjadi lebih efisien dan efektif.

Pengadaan barang sendiri terdiri atas dua jenis yaitu barang yang tidak habis dipakai dan memang yang habis dipakai. Beberapa barang yang bisa habis dipakai tentunya yang tak akan meninggalkan bekas setelah dipakai. Sebut saja kertas, alat tulis, tinta dan lain-lainnya. Sementara ada barang yang memang bisa berulang kali dalam hal pemakaian. Misalnya mesin, komputer, lemari arsip dan barang-barang elektronik.

Sebenarnya dari pengadaan kedua jenis barang ini akan memiliki langkah-langkah yang mirip. Pertama dimulai dengan penyusunan daftar perlengkapan yang dibutuhkan kemudian penyusunan biaya. Biasanya penyusunan barang yang habis dipakai harus dalam kurun waktu tertentu supaya bisa menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Sementara untuk barang yang tidak habis pakai, tim dari procurement management harus melakukan analisa terhadap barang tersebut. Misalnya apakah hanya akan diperbaiki atau harus diganti. Selain itu, divisi procurement juga harus membuat skala prioritas pengadaan barang tersebut.

Langkah Langkah Pengadaan Barang

Setelah memahami seperti apa pengadaan barang, Anda juga perlu mengetahui sederet langkah yang harus diambil ketika akan melakukan pengadaan barang. Langkah ini untuk memastikan perusahaan Anda akan mendapatkan barang yang sesuai dengan kebutuhan dan kualitas.

Mencatat Kebutuhan

Tahapan ini tentunya adalah tahapan awal dan dasar yang berhubungan dengan pengadaan barang. Anda bisa menetapkan barang apa saja yang dibutuhkan pada tahap awal ini. Coba lihat apa saja barang yang memang harus dibeli. Setelah itu, perusahaan bisa langsung membuat permintaan pengadaan barang kepada divisi procurement.

Pada tahap ini juga, tim procurement biasanya akan meminta semua divisi mengumpulkan permintaan barang sesuai dengan SOP. Semua kebutuhan ini pastinya akan dicatat supaya pada saat penyerahan barang nantinya jadi lebih transparan dan jelas. Memang betul bahwa barang tersebut dipesan oleh divisi tertentu.

Pencarian Vendor atau Supplier

Tahapan pertama harus dilakukan terlebih dahulu sebelum akhirnya tim procurement mulai mencari pemasok barang yang dibutuhkan. Pastikan terlebih dahulu daftar barang dibuat dengan lengkap dan jelas, termasuk kriteria seperti apa yang dibutuhkan. Perusahaan kemudian bisa langsung membuat dokumen yang berisikan kebutuhan perusahaan. Pihak penyedia akan melakukan penawaran dari kebutuhan yang diminta tersebut.

Pemilihan Vendor atau Supplier

Pengadaan barang akan masuk ke dalam tahap berikutnya. Perusahaan kemudian akan mulai melakukan analisis dan seleksi dari surat penawaran yang masuk. Dari semua vendor atau supplier yang memberikan penawaran, perusahaan akan memilih mana yang terbaik dari antara vendor tersebut.

Biasanya perusahaan kemudian akan langsung melakukan negosiasi. Tak hanya berurusan dengan harga saja, perusahaan juga melakukan negosiasi mengenai waktu pengiriman dan hal teknis lainnya. Dalam tahap ini harus ada kesepakatan bersama antara perusahaan dan juga para supplier.

Proses Pemesanan

Setelah negosiasi selesai dan sudah mencapai kata sepakat, perusahaan biasanya akan membuat sebuah purchase order. Artinya perusahaan akan langsung memesan ke vendor atau supplier. Setelah itu, pihak ketiga harus segera memprosesnya. Procurement management juga harus memastikan bahwa proses pembelian berjalan lancar dan tepat sesuai dengan jadwal.

Penerimaan Barang

Proses pembelian dan pemesanan sudah selesai berarti pihak vendor atau supplier langsung memproses pesanan yang sudah dibuat. Pastinya perusahaan harus memastikan bahwa barang datang sesuai dengan yang sudah disepakati bersama. Selain itu, pemasok juga harus memastikan bahwa pesanan yang dibuat sudah sesuai atau belum.

Pembayaran

Jika pesanan sudah diterima dengan baik oleh perusahaan, keuangan perusahan akan langsung melakukan pembayaran kepada pihak vendor atau supplier. Tentunya pembayaran harus menyesuaikan dengan kesepakatan yang memang dilakukan di awal. Tim procurement juga harus memastikan bahwa perusahaan sudah membayar semua kewajiban kepada vendor.

Refund atau Retur

Kualitas dari produk yang dikirim oleh vendor atau supplier harus dipastikan benar-benar sesuai dengan kesepakatan awal. Jika ada pesanan yang kurang sesuai, maka harus diproses dengan segera. Misalnya saja jumlahnya kurang atau warna yang tidak sesuai request. Perusahaan bisa mengajukan retur. Vendor harus melayani retur tersebut dan memastikan bahwa memang barang sesuai dengan kesepakatan.

Pada umumnya retur dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah menggantikan barang yang sesuai dengan kesepakatan di awal. Jika memang vendor atau supplier tidak bisa menyediakan barang tersebut, maka akan diambil opsi kedua yaitu pengembalian dalam bentuk dana atau uang tunai.

Hal Penting Setelah Pengadaan Barang

Seperti yang sudah Anda ketahui bahwa pengadaan barang terdiri atas dua jenis yaitu barang habis dipakai dan tidak habis dipakai. Sebagai procurement management, proses pengadaan barang tidak hanya sampai kepada pembelian dan bisa dipakai saja. Fungsi monitoring harus diberlakukan supaya bisa mencapai efisiensi perusahaan yang diinginkan.

Misalnya saja harus diperhatikan cara penyimpanan. Jika penyimpanan dilakukan dengan baik maka barang yang dibeli akan jauh lebih awet. Dengan demikian efisiensi yang diinginkan perusahaan bisa tercapai. Maka dari itu penyimpanan harus memperhatikan banyak hal. Misalnya memastikan alat-alat pemeliharaan sudah tersedia.

Kemudian harus memastikan pula penyimpanan barang dilakukan sesuai standar. Jangan lupa juga memperhatikan sifat barang yang disimpan. Ada barang yang bisa disimpan dalam jangka waktu panjang ada yang tidak. Jangka waktu penyimpanan ini penting diperhatikan supaya memang barang yang dibeli benar-benar awet. Jangan lupa untuk memperhatikan tenaga serta biaya yang dibutuhkan untuk penyimpanan.

Tidak hanya penyimpanan saja, pemeliharaan juga hal yang penting. Sebuah barang harus dipelihara dengan baik supaya dalam kondisi yang baik pada saat digunakan. Kerap kali pemeliharaan yang tidak dilakukan dengan baik justru akan merugikan perusahaan karena tidak bisa dipakai.

Terakhir adalah inventaris atau administrasi perlengkapan. Semua barang yang ada di kantor harus dicatat dengan benar dan tepat. Pencatatan ini juga akan membantu efisiensi perusahaan. Bila ada kebutuhan barang, perusahaan bisa mengecek ketersediaan terlebih dahulu. Jangan sampai malah menumpuk barang yang justru menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Dunia bisnis semakin lama semakin kompleks. Apa dampaknya bagi perusahaan? Dengan adanya persaingan bisnis yang semakin kompleks maka perusahaan harus semakin mengoptimalkan semua bidang dalam tatanan manajemen. Semua harus melakukan manajemen yang baik, tak terkecuali vendor management system.

Sistem yang masuk ke dalam bagian procurement ini memiliki fungsi untuk mengelola vendor dengan baik dan benar. Ada banyak alasan di balik betapa pentingnya mengoptimalkan manajemen vendor sehingga menciptakan solusi yang baik untuk perusahaan dan juga baik untuk vendor sendiri.

Tujuan Vendor Managemet System

Saat ini sudah banyak perusahaan yang menyadari betapa pentingnya mengelola vendor. Tentu ada beberapa alasan mengapa perusahaan membutuhkan manajemen vendor. Pertama tentunya untuk menjalin hubungan dengan vendor. Jika hubungan terjalin dengan baik maka akan terbangun sebuah mitra strategis. Dengan demikian, bisnis kedua belah pihak akan semakin maju dan tumbuh secara bersama-sama.

Saat perusahaan sedang membutuhkan vendor tertentu maka dengan mudah akan mendapatkan kualitas produk maupun jasa yang baik. Jika ada proses negosiasi mengenai harga misalnya, tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan harga yang murah. Tetapi lebih kepada nilai dari kerjasama dengan vendor tersebut.

Sebuah perusahaan perlu memikirkan vendor management system supaya kinerja vendor bisa selaras dengan tujuan dan standar perusahaan. Misalnya saja bisa memastikan bahwa pasokan bisa datang tepat waktu hingga kualitasnya juga terjamin. Hubungan dengan vendor penting untuk dilakukan guna memastikan jalannya vendor bisa sesuai dengan strategi perusahaan.

Alasan Vendor Perlu Dikelola dengan Baik

Setelah mengetahui seperti apa fungsi dan tujuan vendor management system, tentunya Anda perlu memahami alasan-alasan penting di balik pengelolaan vendor. Tentu saja ini akan memberikan memberikan berbagai manfaat besar untuk berlangsungnya sebuah bisnis.

1. Bisa Mendapatkan Vendor yang Paling Baik

Sebenarnya perusahaan harus memahami betapa pentingnya menjalin hubungan dengan vendor serta hubungannya mengenai keberlangsungan perusahaan. Memang perusahaan harus melakukan usaha lebih dengan terus menjaga hubungan dengan vendor. Hanya saja perusahaan kelak akan mendapatkan sederet keuntungan.

Beberapa keuntungan yang didapatkan adalah mendapatkan vendor dan juga pilihan vendor yang terbaik. Dengan menjalin hubungan yang baik maka perusahaan bisa mendapatkan calon mitra yang cukup luas. Perusahaan juga bisa menghasilkan beberapa pilihan yang tepat sehingga bisa menemukan vendor yang sejalan dengan kemampuan perusahaan.

Lantas, apa yang akan didapatkan dari semua usaha ini? Tak hanya mendapatkan vendor terbaik, usaha ini juga berhubungan dengan pengeluaran. Perusahaan akan jauh lebih mudah melakukan efisiensi anggaran. Pastinya perusahaan dengan mudah mendapatkan vendor yang sesuai budget dan kualitas.

2. Meningkatkan Administrasi Supplier

Ada hal penting yang kerap dilupakan banyak orang pada saat menjalankan bisnis. Hal tersebut adalah administrasi atau data-data. Saat berhubungan dengan pihak ketiga tentu perusahaan kerap kali repot untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Misalnya ketika berurusan dengan pembayaran dan pajak.

Jika memakai vendor management system, perusahaan dengan mudah mengumpulkan data dan bisa diarsipkan dengan baik. Hal ini juga bisa meningkatkan kepatuhan dari supplier. Tak ada lagi kesulitan mencari data supplier. Jika ingin melakukan audit tentunya akan jauh lebih mudah.

3. Menekan Biaya Operasional

Sesuai yang sudah dipaparkan di atas, vendor harus dikelola supaa bisa membantu perusahan menjadi lebih efisien. Vendor management tidak hanya bertujuan supaya perusahaan bisa mendapatkan harga yang paling rendah dari supplier. Perusahaan juga dengan mudah melihat supplier menjadi lebih transparan.

Misalnya perusahaan jadi bisa menilai kualitas produk serta membandingkannya dengan harganya. Perusahaan juga dengan mudah bisa melihat biaya yang mungkin tidak diketahui oleh perusahaan dan bisa dihitung sebagai biaya tak terduga. Hal ini juga dapat menurunkan pengeluaran perusahaan. Dengan demikian, perusahaan juga bisa melakukan penghematan.

4. Bisa Meningkatkan Daya Beli

Pendataan vendor ataupun supplier adalah hal terpenting. Pastinya ini berhubungan dengan pendataan dan administrasi supplier. Semua data akan lebih terjaga dengan baik. Hal ini akan membantu kamu melakukan proses konsolidasi dengan baik. Hal ini dapat meningkakan daya beli dengan cara menurunkan harga beli.

Harganya yang murah akan membuat pengadaan akan jauh lebih besar. Perusahaan tidak perlu takut untuk mengadakan pengadaan karena penyedia jasa atau barang sudah diseleksi. Perusahaan tak perlu takut dengan kualitas barang yang buruk karena sudah melewati quality control.

5. Performa yang Jauh Lebih Baik

Dengan vendor management system, perusahaan akan dengan lebih mudah mana vendor yang bekerja dengan baik dan tidak. Apalagi sistem ini sudah terintegrasi dengan peforma secara keseluruhan. Anda dengan mudah mengambil keputusan berdasarkan data dari sistem. Dengan demikian performa perusahaan akan jauh lebih baik.

Mengenal Tahapan Vendor Management

Setelah memahami betapa pentingnya vendor management system, maka Anda juga perlu mengetahui seperti apa tahapan manajemen vendor. Tentu saja prosesnya dimulai dari pemilihan sampai dengan evaluasi vendor. Dari tahapan inilah Anda bisa memahami betapa pentingnya pengelolaan vendor.

1. Kualifikasi Vendor

Langkah pertama untuk manajemen vendor adalah melakukan proses kualifikasi. Hal ini untuk memastikan bahwa vendor sudah memenuhi kebutuhan perusahaan. Terdapat dua kualifikasi yang dilakukan oleh perusahaan. Pertama adalah kualifikasi ketika vendor akan mendaftar. Kedua adalah vendor yang mulai aktif atau sudah terdaftar.

2. Onboarding

Dalam proses ini, vendor yang sudah disetujui akan terdaftar sebagai mitra yang bekerja sama dengan perusahaan. Dalam proses ini terdiri atas pengumpulan data serta penyimanan data yang relevan. Semua data ini akan  terkumpul dalam satu database yang terpusat.

3. Proses Pemesanan

Setelah vendor sudah secara resmi terdaftar sebagai mitra, barulah perusahaan bisa memesan ke supplier. Proses pemesanan umumnya memakai kontrak maupun purchase order. Biasanya proses pemesanan sudah ditentukan prosedurnya dengan jelas. Proses pemesanan kemudian dilanjutkan proses pengiriman barang.

4. Pembayaran

Proses berikutnya akan masuk ke dalam pembayaran. Setelah barang maupun jasa sudah diterima maka perusahaan akan mencocokkan invoice dengan form purchase yang sudah ada. Sistem manageme juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan proses pembayaran dengan mudah. Proses pengecekan juga dilakukan dengan lebih mudah.

5. Offboarding

Jika kontrak sudah selesai atau kerja sama antara kedua belah pihak juga sudah selesai, perusahaan akan memulai untuk menghapus data dari sistem. Namun, alangkah baiknya jika perusahaan menciptakan hubungan yang baik dengan supplier dan vendor. Dengan demikian tidak mudah terjadinya putus hubungan dalam kerja sama.

Vendor management system sudah terbukti akan memberikan dampak signifikan terhadap performa perusahaan. Mulai dari menghemat pengeluaraan perusahaan hingga bisa mendapatkan barang yang berkualitas dan sesuai dengan nilai perusahaan. Apalagi perusahaan juga dengan mudah mengawasi semua tahapan manajemen vendor. Transparansi juga memainkan peran penting dalam produksi perusahaan.

Pemilihan vendor adalah sesuatu yang penting dalam proses bisnis. Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi perusahaan ketikan berbicara soal vendor. Misalnya saja jika salah memilih vendor, perusahaan bisa saja punya keuntungan yang lebih sedikit dan kualitasnya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Maka tak jarang orang memilih vendor management system.

Maka dari itu, pemilihan vendor harus dilakukan sedemikian rupa supaya perusahaan bisa mendapatkan vendor terbaik. Dengan demikian vendor tersebut bisa memberikan keuntungan bagi perusahaan. Apalagi jika perusahaan bisa mendapatkan vendor dengan kualitas terbaik dan harga yang rendah. Maka, penting untuk mengenal hal-hal seputar vendor dan cara memilihnya yang tepat!

Mengenal Pengertian Vendor

Vendor secara harfiah merupakan pemasok atau penjual. Namun dalam sebuah bisnis, vendor memiliki arti yang jauh lebih spesifik. Banyak yang menyebutnya sebagai pihak ketiga di dalam supply chain. Vendor dalam dunia bisnis merupakan pelaku usaha yang menjadi penghubung antara produk dari produsen hingga bisa sampai ke tangan konsumen.

Misalnya saja ada vendor yang merupakan pemasok material. Pihak ini merupakan pelaku bisnis yang membuat sebuah perjanjian kerja antara kontraktor dengan subkontraktor. Hal ini dilakukan supaya material bangunan seperti elektrikal, kayu, beton dan peralatan mekanikal lainnya bisa terpenuhi.  Namun, vendor tidak hanya berhubungan dengan produk saja.

Ada kalanya perusahaan juga membutuhkan vendor dalam bentuk jasa. Dengan demikian, Anda bisa memilih beberapa perusahaan atau konsultan yang memang menjual jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Maka, vendor sendiri memang punya cakupan yang sangat luas dan memainkan peran penting bagi perusahaan.

Cara Pemilihan Vendor

Setelah memahami peran penting vendor, Anda juga perlu mengetahui cara memilih vendor yang tepat. Pemilihan vendor ini penting dilakukan suapaya Anda tidak memilih pemasok yang salah dan tidak sesuai dengan keinginan. Hal ini juga bisa membantu Anda dalam memastikan vendor management system berjalan dengan baik.

1. Tentukan Tujuan

Sebelum memilih vendor, ada baiknya Anda menentukan terlebih dahulu apa tujuan Anda ketika memakai vendor. Penting bagi Anda melihat terlebih dahulu kebutuhan sebelum akhirnya memutuskan untuk menggunakan vendor. Misalnya saja Anda sedang membutuhkan solusi yang erat kaitannya dengan hubungan ke pelanggan. Kerap kali website perusahaan mengalami gangguan sehingga banyak pelanggan yang komplain.

Cobalah untuk menulis hal-hal apa saja yang menjadi masalah dan kerap Anda temui. Dengan demikian, hal ini bisa menentukan sebenarnya kualitas vendor seperti apa yang Anda cari. Buatlah detail mengenai tujuan pemilihan vendor.  Jika memang diperlukan, Anda perlu melakukan meeting dengan pihak tekait. Dengan demikian, perusahaan jadi lebih memahami vendor seperti apa yang dibutuhkan.

2. Kenali Kemampuan Teknis

Anda harus memastikan bahwa vendor memiliki kriteria yang cukup mengenai kemampuan teknis. Hal ini akan menggambarkan bagaimana vendor memang benar-benar menguasai barang yang dia jual. Tentunya semakin tinggi penguasaan khususnya teknik produk maka bisa dikatakan kualitasnya juga akan semakin baik.

Perusahaan juga perlu mengecek seperti apa jaminan mutu yang ditawarkan oleh vendor. Ada banyak keuntungan jika Anda memilih vendor yang sudah memiliki jaminan mutu. Sebut saja kualitas sudah pasti konsisten, pelanggan sudah dijamin puas dan pasokan barang juga pasti lebih tepat dan konsisten.

3. Lihat Lamanya Kerjasama

Setiap vendor pastinya punya value yang berbeda. Anda bisa melihat kualitas vendor yang dibutuhkan berdasarkan dengan komitmen dan durasi dari kerjasama tersebut. Misalnya Anda hanya membutuhkan vendor untuk memasang beberapa perabotan tambahan. Tentu Anda tak perlu melakukan proses identifikasi yang panjang.

Beda halnya jika Anda memang membutuhkan vendor yang akan mendesain keseluruhan ruangan. Maka dari itu, Anda bisa melihat apakah kebutuhan vendornya dalam jangka panjang atau jangka pendek saja. Cek juga seperti apa jenis vendor yang akan Anda pilih. Apakah memang yang terbiasa dengan kerja sama panjang atau memang terbiasa dengan kerja sama singkat.

4. Jangan Hanya Berpatokan Pada Harga

Salah satu kesalahan terbesar dari pemilihan vendor adalah hanya berpatokan pada harga saja. Anda jadi tidak mempedulikan kualitas layanan dan produk. Padahal jika dihitung biaya yang akan muncul karena buruknya kualitas bisa jauh lebih besar bila dibandingkan dengan penghematan.

Misalnya saat Anda ingin membeli mesin produksi. Meskipun harganya tinggi namun coba lihat penawaran dari vendor tersebut. Mungkin saja akan menawarkan garansi atau jasa perbaikan gratis. Tentu saja ini juga berpengaruh terhadap hasil produksi dari perusahaan. Hal ini juga bisa meningkatkan kualitas dari produk.

5.Cek Stabilitas Finansial

Stabilitas yang dimaksud berhubungan dengan keuangan vendor. Perusahaan yang punya perputaran kas dengan cepat juga memiliki produksi yang lebih cepat pula. Jangan sampai gara-gara masalah perputaran kas malah berdampak buruk pada pasokan untuk perusahaan Anda. Pastikan bahwa vendor mampu memenuhi kebutuhan dari perusahaan.

6. Menimbang Tingkat Risiko

Pengelolaan risiko menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Memang risiko terkadang tidak bisa dihindari. Namun ada baiknya kamu meminimalisir risiko supaya kerugian yang terjadi tidak lebih besar. Anda bisa memilih vendor yang memang memiliki manajemen risiko sehingga bisa menjamin keberlangsungan pasokan dari vendor tersebut.

7. Cek Track Record

Ada baiknya Anda tak perlu tergesa-gesa dalam memilih vendor yang terbaik. Anda sebaiknya juga lebih cermat dalam mencari informasi yang berhubungan vendor bisnis. Informasi tersebut mungkin bisa Anda dapatkan dari forum jual beli, marketplace hingga komunitas. Cara yang paling mudah untuk mengetahui kredibilitas adalah dengan melihat track record penjualan sebelumnya.

Anda bisa mengecek beberapa marketplace misalnya. Memang beberapa marketplace kerap kali tidak mencantumkan contact person. Anda hanya bisa menghubunginya melalui fitur live chat. Tak masalah untuk menghubungi vendor tersebut melalui fitur yang ada. Pastikan bahwa vendor bisa dihubungi. Ini juga bisa menjadi pertimbangan.

8. Pastikan Kemampuan Vendor

Sebelum memilih vendor, ada baiknya Anda memberikan informasi mengenai kebutuhan dari perusahaan. Banyak sekali terjadi seperti beberapa vendor mengatakan bahwa pihaknya sanggup menyelesaikan order yang dipesan. Hal tersebut justru malah kebalikannya. Pada akhirnya vendor justru tidak sanggup menyelesaikan pesanan yang diinginkan.

Perlu diingat bahwa Kemampuan setiap vendor tentu berbeda–beda. Bila dilihat dalam hal produksi dan distribusi misalnya, sudah memiliki perbedaan tersendiri. Dengan demikian, Anda harus lebih cermat memilih vendor  yang mampu menyelesaikan pesanan dengan tepat waktu dan pastinya bisa bertanggung jawab.

9. Cek Kebijakan Soal Refund

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah Anda perlu mempelajari bagaimana detail kebijakan pengembalian produk yang berlaku pada perusahaan tersebut. Seringkali terjadi proses pengembalian produk terjadi karena kesalahan dari vendor. Misalnya saja karena bahan atau barang yang dikirimkan tidak sesuai karena ada cacatnya.

Sebelum bertransaksi dan mencapai kesepakatan ada baiknya Anda wajib mengetahui kebijakan jika ada hal-hal yang tidak sesuai atau saat Anda ingin mengembalikan produk. Hal ini penting dilakukan guna mencegah kerugian besar terjadi di kemudian hari.

10. Pilih Vendor yang Mudah Dihubungi

Dalam vendor management system, semua hal harus diperhatikan dengan detail. Bahkan hal sepele seperti vendor harus mudah dihubungi. Anda bisa melakukan tes kecil mengenai hal ini. Cobalah untuk memesan barang dengan jumlah kecil. Cek seperti apa layanan yang diberikan dan secepat apa respon ketika dihubungi. Cari tahu juga bagaimana cara vendor menangani keluhan pelanggan. Hal ini untuk memastikan urusan Anda lancar kedepannya.

Dalam sebuah perusahaan tentunya membutuhkan tim yang tepat untuk menjalankan bisnis dengan baik. Salah satu bagian yang cukup memiliki peran penting adalah seorang profesional procurement. Lantas, apa saja yang harus menjadi tugas dan tanggung jawab bagian ini? Sebelum memahami tugas dan tanggung jawab, kenali dulu seperti apa bagian procurement.

Procurement merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk membantu perusahaan agar bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan perusahaan. Dengan bantuan tim procurement, diharapkan perusahaan bisa mendapatkan barang yang punya kualitas terbaik dan dengan harga yang paling rendah. Tentu saja tujuannya akan membantu perusahaan mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Meski terkesan pekerjaan yang mudah, sistem procurement beserta timnya cukup membawa dampak yang berarti bagi perusahaan. Tim yang tergabung dalam procurement harus mampu melakukan analisis yang baik supaya bisa mendapatkan kebutuhan barang atau jasa yang sesuai. Tak hanya itu saja, pendataan yang rapi dan lengkap juga membantu perusahaan saat memilih supplier ke depannya.

Tugas Profesional Procurement

Setelah memahami seperti apa divisi procurement, sekarang Anda juga perlu mengetahui seperti apa tugas tim yang ada di dalamnya. Tentu saja hal ini sangat penting untuk membantu keberlangsungan penyediaan barang dan juga jasa.

1. Membuat Standar Perusahaan untuk Barang dan Jasa

Profesional procurement harus memahami bahwa penting bagi perusahaan untuk mendapatkan barang dan jasa yang baik. Kata baik dan berkualitas merupakan hal yang relatif. Maka dari itu, seorang tim procurement harus terlebih dahulu membuat standar yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan demikian, barang yang didapat memang bisa disaring yang sesuai dengan keinginan.

2. Merencanakan Penyediaan

Setelah sudah tahu standar seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, profesional procurement juga memiliki tugas untuk merencanakan sebuah penyediaan barang. Ini merupakan salah satu tugas utamanya. Perusahaan akan meminta barang atau jasa yang dibutuhkan lalu tim akan langsung merencanakan langkah selanjutnya hingga perusahaan mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.

3. Menyesuaian Detail Barang yang Dibutuhkan

Permintaan yang masuk harus diolah oleh profesional procurement. Tim akan menyesuaikan detail dan spesifikasi barang atau jasa yang dibutuhkan. Dengan demikian, procurement bisa menghubungi supplier dan vendor yang memang sesuai dengan spesifikasi, termasuk soal urusan budget.

4. Mencari Vendor dan Supplier

Setelah melihat kualifikasi yang dibutuhkan, tim procurement langsung mencari dan menghubungi vendor atau supplier yang sesuai. Biasanya tim akan langsung membuat perjanjian berupa meeting atau bisa langsung mengirimkan surat penawaran sesuai dengan brief yang diberikan. Di sinilah kemampuan untuk merekap keinginan perusahaan dibutuhkan oleh tim procurement.

5. Menganalisa Surat Penawaran

Semua surat penawaran maupun proposal akan didata oleh tim procurement. Kemampuan analisis sangat dibutuhkan supaya bisa menemukan supplier maupun vendor mana yang sesuai dengan keinginan perusahaan. Hal ini menyesuaikan dari kriteria yang dibutuhkan maupun budget atau biaya pembelian.

6. Melakukan Negosiasi

Setelah memilih satu vendor atau supplier, tim procurement harus melakukan negosiasi. Tak hanya soal harganya saja tetapi juga harus mengetahui waktu pengiriman sampai pembayaran. Misalnya saja untuk pengiriman, tim procurement juga harus menentukan pengiriman melalui jalur darat, laut atau udara. Hal-hal ini bisa menyesuaikan dengan timeline waktu yang diberikan perusahaan.

7. Membuat Kontrak

Supplier atau vendor yang terpilih harus menandatangani kontrak dengan perusahaan. Procurement profesional harus membuat kontrak tersebut dan memastikan isinya sudah sesuai. Hal ini untuk menjaga kerjasama bagi para vendor  supaya semua yang sudah disepakati benar-benar terjadi.

8. Menerima Tagihan Pembayaran

Tim procurement juga perlu memastikan bahwa tim keuangan perusahaan sudah membayar tagihan dari para supplier atau vendor. Tak hanya itu saja, tim juga memastikan bahwa barang sudah diterima dengan baik. Dengan demikian apa yang tertulis di kontrak benar-benar sudah sesuai dengan kejadiannya.

9. Melakukan Kontrol

Hal penting yang tak boleh terlewatkan adalah tugas kontrol. Sebagai tim pengadaan, tentunya procurement harus memastikan bahwa barang bisa dipakai dengan efisien dan efektif. Jika berhubungan dengan jasa, maka memang sudah sesuai dengan keinginan perusahaan. Tugas ini juga membantu procurement dalam mencari vendor dan supplier berikutnya.

Tanggung Jawab Profesional Procurement

Tugas dari seorang tim procurement memang memastikan bahwa pengadaan barang benar-benar efisien dan efektif sehingga bisa menghemat biaya. Namun, ada beberapa tanggung jawab yang harus diperhatikan untuk mencapai pengeluaran yang jauh lebih efisien dan efektif. Ini dia penjelasan selengkapnya.

1.Menjadi Inisiator dalam Hal Menghemat Biaya

Salah satu kunci penting dalam penghematan perusahaan adalah tim procurement. Maka dari itu, tim ini bertanggung jawab menjadi inisiator dalam hal pengeluaran perusahaan. Dalam melakukan perbandingan dan analisa, tim procurement harus melakukan analisis yang menyeluruh sehingga mendapatkan penghematan yang maksimal.

2. Melakukan Pemetaan Peluang dan Risiko

Tanggung jawab berikutnya adalah untuk mendeteksi dan mengidentifikasi adanya peluang dan risiko. Tak hanya melihat bahwa supplier tersebut sudah sesuai dengan budget. Hanya saja tim procurement harus memetakan kekurangan dan kelebihan serta peluang hingga risikonya. Dengan demikian keputusan dalam memilih supplier dan vendor akan semakin tepat sasaran.

3. Meningkatkan Nilai Perusahaan

Sebuah perusahaan yang sehat harus memiliki nilai yang baik di mata pihak ketiga. Procurement profesional memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan komunikasi dengan supplier dan vendor. Tim harus bisa mengelola hubungan sesuai dengan norma dan aturan berlaku. Selain itu, manajemen risiko juga harus diperhatikan oleh tim ini.

Nilai perusahaan yang harus diperhatikan antara lain transparansi, akuntabilitas hingga komunikasi yang baik. Hal ini bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pada saat penunjukan supplier atau vendor. Sebut saja terjadi persaingan tidak sehat, munculnya perlakuan yang diskriminatif hingga tidak ada pengawasan yang berkelanjutan. Jika dibiarkan maka bisa memberikan nilai buruk bagi perusahaan dan bisa berisiko tersangkut masalah hukum.

4. Melakukan Identifikasi Peluang

Tim procurement memang hanya mencari supplier atau vendor sesuai dengan permintaan saja. Namun, tim juga punya tanggung jawab untuk menilai apakah kebutuhan yang diminta sudah benar-benar bisa mencapai efisiensi dan penghematan. Bisa jadi tim procurement bisa membantu perusahaan untuk melihat peluang penghematan yang lebih optimal.

5. Memperbaiki Sistem Procurement

Tak selamanya sistem yang dipakai untuk procurement memang benar-benar bisa efektif untuk melakukan penghematan. Maka, tim ini juga bertanggung jawab melakukan perbaikan sistem secara berkelanjutan. Procurement profesional harus melakukan evaluasi terhadap sistem yang berlaku. Maka dari itu, divisi ini harus memiliki tim yang punya integritas yang baik.

Dengan demikian bisa mengidentifikasi nilai, informasi serta data untuk mencapai efisiensi yang diinginkan perusahaan. Perbaikan juga tidak hanya dari sistem saja melainkan mengembangkan individu yang di dalamnya seperti pelatihan kerja.

Saat berbisnis ada baiknya Anda tak hanya berpikir soal keuntungan atau laba. Meski Anda memiliki skala bisnis yang kecil atau besar, Anda juga harus memiliki perencanaan keuangan serta cara mengatur keuangan perusahaan dengan baik. Tentunya sistem atau aplikasi keuangan yang baik juga bisa membantu Anda memproyeksikan keuntungan bisnis yang akan Anda peroleh.

Apalagi jika Anda sedang berbisnis dengan rekan. Anda perlu memperhitungkan dengan matang mengenai cara kerja sama, biaya produksi, perputaran modal hingga pembayaran yang wajib dilakukan. Hal-hal inilah yang membuat Anda harus pintar melihat keuangan dan juga memiliki strategi tersendiri ketika mengatur keuangan perusahaan. Salah satunya mungkin dengan menggunakan aplikasi keuangaan.

aplikasi keuangan

Ada banyak risiko yang bisa terjadi jika Anda mengabaikan pengaturan keuangan terutama dalam hal pencatatan. Banyak perusahaan yang mengalami masalah keuangan karena modal tidak berputar atau pemasukan yang tidak seperti apa yang diharapkan. Pengaturan keuangan ini bisa menghindari perusahaan mengalami kerugian bahkan kebangrkutan, sehingga dengan aplikasi keuangan yang baik, Anda dapat terhindar dari berbagai masalah di depan.

Maka dari itu, Anda bisa merekrut tim yang memang secara profesional bisa mengatur keuangan Anda, atau menggunakan aplikasi keuangan. Anda bisa menerapkan enterprise spend monitoring supaya sistem keuangan bisa berjalan baik. Seperti apa spend monitoring yang harus dilakukan untuk keuangan perusahaan yang lebih baik? Ini penjelasan selengkapnya.

Mengatur Keuangan Perusahaan

Tips Mengatur Keuangan Perusahaan dengan Baik

Keuangan perusahaan yang baik dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya saja dari pelaporan keuangan yang baik hingga proyeksi keuntungan yang tepat. Jika Anda ingin membuat keuangan perusahaan lebih baik, maka dari itu lakukan deretan tips berikut ini.

Aplikasi pengatur keuangan bisnis

1. Membuat Laporan Keuangan, Salah Satunya Dengan Aplikasi Keuangan

Ketika perusahaan mendapatkan keuntungan besar maka bukan berarti ia memiliki sistem keuangan yang sehat. Anda tidak bisa menganggap kesehatan keuangan perusahaan dipandang dari keuntungan. Terdapat banyak aspek yang harus dilihat untuk menentukan apakah keuangan perusahaan sudah sehat atau tidak. Laporan keuangan semacam ini akan lebih mudah didokumentasikan dan dianalisa dengan aplikasi keuangan.

Salah satu faktor keuangan yang sehat adalah keuntungan yang diperoleh pada dasarnya harus lebih besar bila dibandingkan pengeluaran. Tentu sama saja ketika Anda mendapat untung yang banyak tapi pengeluaran juga besar. Maka pencatatan keuangan yang rapi adalah hal yang penting untuk diperhatikan. Pencatatan ini dilakukan untuk melihat sekiranya mana bagian yang harus ditekan pengeluarannya. Aplikasi keuangan akan memberikan Anda dashboard analytics yang mampu memberikan gambaran holistik dan detail mengenai keuangan perusahaan Anda.

Semua divisi diharapkan bisa melakukan pengeluaran yang efektif dan efisien. Tak hanya bisa mengukur kesehatan keuangan, laporan keuangan juga punya fungsi lainnya. Salah satunya bisa menjadi dasar yang tepat untuk mengambil keputusan. Apalagi jika sedang membutuhkan keputusan untuk finansial perusahaan.

Software pengatur keuangan perusahaan

2. Melacak Semua Biaya dengan Rinci

Ada hal penting yang bisa Anda dapatkan ketika mengatur keuangan dalam bisnis. Salah satunya adalah melacak semua biaya pengeluaran serta melakukan kelola pembukuan dengan benar. Jangan sampai biaya yang dianggap kecil akhirnya dianggap enteng. Padahal, itu juga memainkan peran penting dalam keuangan perusahaan. Human error adalah salah satu faktor yang kerap menjadi masalah, tentunya dengan aplikasi keuangan yang baik ini tidak akan terjadi.

Anda sebaiknya mulai rajin menyimpan semua bukti dari pendapatan. Tak hanya itu saja, Anda juga harus mencatat apapun pengeluaran yang terjadi di dalam perusahaan. Untuk membantu melakukannya, tentu Anda bisa menggunakan berbagai software akuntansi, aplikasi keuangan, atau memanfaatkan teknologi lainnya. Anda juga bisa menyewa jasa akuntan ataupun memang membuat tim akuntan khusus yang memiliki aplikasi keuangannya sendiri.

Aplikasi pengatur keuangan

3. Menentukan Porsi Keuangan

Porsi keuangan yang dimaksud dan diinginkan adalah  pembagian total pemasukan ke beberapa pos yang dibutuhkan. Umumnya pos yang cukup besar antara lain pembayaran gaji, pembayaran hutang hingga tentu saja biaya operasional perusahaan itu sendiri.

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika akan menentukan porsi keuangan adalah menentukan terlebih dahulu berapa besaran porsi yang akan Anda pakai dalam semua kebutuhan perusahaan Anda. Tentunya penentuan porsi keuangan ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Anda harus membuat kesepakatan di awal.  Tentu ini bertujuan agar nantinya semua proses keuangan dapat berjalan secara terstruktur.

Sebagai contoh misalnya perusahaan Anda akan menerapkan pola porsi keuangan dengan angka 30:30:30. Apa maksudnya? Bisa dibilang dari angka tersebut adalah sebanyak 30% dari besaran keuangan di dalam biaya operasional untuk bulan depan digunakan untuk beberapa hal seperti listrik dan sewa gedung.

Sementara porsi sebanyak 30% akan Anda gunakan untuk menggaji karyawan. Setelah itu, sebanyak 30% sisanya bisa Anda gunakan untuk urusan pembangunan perusahaan. Cara inilah yang bisa membantu Anda untuk mendapatkan keuangan perusahaan yang rapi.

porsi keuangan

4. Membuat Proyeksi Keuangan

Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah membuat proyeksi keuangan. Proyeksi ini dilakukan dengan atas apa yang akan terjadi. Hal ini adalah faktor yang sangat penting dari pengaturan keuangan dalam sebuah perusahaan. Sama seperti pembuatan pos-pos keuangan. Hanya saja Anda membuatnya secara bulanan dan rutin.

Misalnya dalam kurun waktu tiga bulan, perusahaan harus mengetahui prioritas keuangan yang akan dilakukan. Mungkin saja dalam periode tertentu prioritasnya bisa berubah. Hal-hal ini juga bisa mengantisipasi adanya pengeluaran yang tidak sesuai dengan rencana. Memerlukan ketelitian yang luar biasa untuk melakukan proyeksi keuangan. Sehingga dengan menggunakan aplikasi keuangan, Anda akan lebih dipermudah.

ketelitian ketika pembuatan laporan keuangan

5. Menurunkan Risiko

Anda tetap harus memastikan bahwa tidak ada risiko pengeluaran yang terjadi. Memang namanya risiko bisa terjadi kapan saja. Tapi, pengelolaan keuangan dapat mencegah masalah keuangan perusahaan tersebut. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko. Salah satunya adalah mengurangi pinjaman hutang ke lembaga peminjaman uang.

Hutang bisa membuat Anda harus membayar beban bunga setiap bulannya. Tentu ini bisa jadi pengeluaraan serius yang harus ditanggung. Ada baiknya jika membutuhkan modal untuk perusahaan, Anda bisa mencari yang menawarkan cara kerja sama yang ditawarkan. Anda bisa mencari kerja sama yang menguntungkan.

Dari sederet tips mengatur keuangan di atas, ada hal yang bisa ditarik kesimpulan. Monitoring adalah hal penting bagi keuangan perusahaan. Jangan hanya melakukan perencanaan semata namun harus memastikan dimonitor dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan sistem enterprise spend monitoring.

aplikasi keuangan bisnis dan usaha

Mengenal Aplikasi Keuangan Enterprise Spend Monitoring

Anda memang harus memastikan bahwa monitoring harus dilakukan dengan baik. Kemampuan untuk memantau keuangan perusahaan adalah hal yang terpenting. Laporan pengeluaran yang transparan akan membantu Anda semakin mudah melakukan analisis hingga membantu Anda untuk memutuskan keputusan yang berhubungan dengan keuangan.

Dengan bantuan sistem monitoring, tentunya Anda bisa memantau anggaran dengan mudah. Biasanya sistem bisa menyajikan data yang informatif. Dari data inilah yang bisa membantu proses pemantauan dan pengawasan data anggaran perusahaan. Dengan demikian akan membuat data tersebut menjadi lebih mudah dan efisiien.

aplikasi keuangan enterprise spend monitoring

Enterprise monitoring system juga bisa membuat Anda mendapatkan laporan mengenai pengeluaran perusahan. Dengan demikian, Anda bisa menilai performa perusahaan. Proses permintaan dan pembelian barang dan jasa juga bisa dipantau dengan detail. Dengan demikian Anda juga bisa menjaga pengeluaraan perusahaan.

Sistem keuangan seperti inilah yang akan keuangan perusahaan menjadi baik dan sehat. Urusan keuangan tidak hanya berhubungan dengan keuntungan yang besar saja. Tetapi perencanaan hingga evaluasi harus dilakukan dengan tepat.

Surat kontrak merupakan hal penting bagi perusahaan. Tentunya surat ini juga memiliki kekuatan hukum yang mengikat perusahaan kepada pihak internal maupun eksternal. Melihat pentingnya surat kontrak maka perusahaan perlu mendokumentasikannya dengan baik. Semua kontrak tersebut harus dikelola dalam satu sistem yang disebut dengan contract management. Apa saja alasan mengapa perusahaan harus melakukan pendataan kontrak dengan baik.

manajemen kontrak

Mengenal Contract Management

Sebelum mengerti alasan kontrak perusahaan perlu didokumentasikan (manajemen kontrak), Anda juga perlu mengerti seperti apa sistem kerja dari contract management. Istilah ini memiliki pengertian pengelolaan terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan kesepakatan dua belah pihak. Sistem manajemen ini akan membantu proses negosiasi terhadap dua belah pihak yang sedang bersepakat.

Tentu saja dalam hal ini, tim contract management akan membantu perusahaan dalam melakukan negosiasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya mengawal proses hingga akhirnya mencapai kata sepakat, tim ini juga memiliki fungsi administrasi. Pembuatan kontrak yang telah disepakati oleh kedua belah pihak dibuat juga oleh tim satu ini.

Prosedur dari pembuatan kontrak sendiri dimulai dari perencanaan. Perusahaan akan meminta kepada tim contract management mengenai lingkup yang perlu dibahas dalam pembuatan kontrak. Perusahaan akan mengungkapkan poin-poin yang harus diperhatikan supaya negosiasi bisa berjalan dengan lancar dan tak mengecewakan semua pihak.

manajemen kontrak menjadi penting bagi perusahaan

Dengan demikian, negosiasi merupakan hal utama supaya mencapai tujuan dari kontrak tersebut. Artinya, kedua belah pihak harus bisa sama-sama jelas apalagi soal hak dan kewajiban. Di dalam kontrak tentunya terdapat kewajiban. Sifat kontrak tersebut adalah mengikat kewajiban dan hukum untuk kedua belah pihak.

Setiap masing-masing pihak harus memastikan bahwa kewajiban yang tertera di kontrak harus benar-benar dilakukan satu sama lain. Ada dampak buruk ketika kewajiban tersebut ternyata tidak dilakukan. Hal ini malah membuat salah satu pihak yang lalai sehingga bisa dituntut secara hukum. Jadi harus dipastikan bahwa kedua belah pihak sudah saling sepakat. Dengan demikian, para pihak yang terikat kontrak tidak bisa melanggar kesepakatan. Sebab, kesepakatan tersebut memang sudah dicapai dan tertulis pada surat kontrak.

pentingnya manajemen kontrak

Tujuan Contract Management

Setelah melihat betapa pentingnya kontrak perusahaan beserta fungsi dari kontrak, Anda perlu memahami tujuan dari contract management. Berikut ini sederet alasan pentingnya kontrak perusahaan yang perlu didokumentasikan dengan baik.

manajemen kontrak itu penting

1. Harus Memastikan Kesepakatan Berjalan Baik

Sebuah kesepakatan seharusnya dijalin oleh dua pihak atau bisa lebih. Kesepakatan tersebut bisa saja muncul secara informal dan terjadi di antara berbagai pihak. Tentu saja para pihak ini akan mencapai tujuan masing-masing. Tujuan tersebut bisa dicapai dengan cara secara langsung melibatkan diri ke dalam sebuah proses kerja sama.

Namun kesepakatan dan kerjasama tersebut harus dituangkan dalam sebuah kontrak. Hal inilah yang tak boleh dilewatkan oleh perusahaan. Dengan membuat sebuah surat kontra, maka perusahaan dan pihak yang akan terlibat tentunya memahami dengan jelas apa yang sudah disepakati. Artinya tidak hanya menyepakati secara informal saja.

Jika secara informal atau lisan, bisa jadi kesepakatan tidak berjalan dengan baik. Maka dari itu, contract management harus memastikan bahwa kesepakatan berjalan dengan baik serta tidak bisa dilanggar. Dengan adanya kontrak, itu berarti sudah dilindungi oleh hukum. Pastinya ini akan membantu perusahaan untuk memahami kesepakatan oleh berbagai pihak.

Dokumentasi kontrak

2. Pekerjaan Lebih Efektif

Bagi perusahaan, surat kontrak yang didokumentasikan dengan jelas akan membantu pekerjaan jadi lebih efektif. Kontrak yang mengikat ini akan membuat segala sesuatu dengan cara yang lebih efektif. Misalnya membuat kontrak antara karyawan dan perusahaan. Dengan butir-butir pekerjaan yang jelas tentu akan membuat pekerjaan karyawan lebih efektif.

Selain itu, manajemen kontrak juga membantu perusahaan lebih efektif dalam melakukan negosiasi dengan pihak-pihak lain. Perusahaan sendiri tentu akan kesulitan jika kesepakatan tidak ditulis dalam sebuah kontrak. Kesulitan akan muncul ketika tidak dituangkan dalam surat kontrak. Dengan demikian penting bagi perusahaan melakukan manajemen kontrak.

Kenapa kontrak harus di manage dengan baik

3. Manajemen Kontrak Mencegah Perselisihan

Pelanggaran kesepakatan sangat mungkin terjadi apalagi jika terjadi antara dua belah pihak yang mungkin mempunyai tujuan berbeda. Maka dari itu, penting bagi perusahaan menuangkan semua perjanjian dengan pihak-pihak lain. Semua poin-poin kesepakatan tersebut dituangkan dalam sebuah perjanjian yang pastinya dilindungi oleh hukum.

Maka dari itu, perusahaan membutuhkan contract management. Dengan kontrak itulah, setiap pihak bisa dilindungi secara hukum. Jika sudah ada surat kontrak itu maka akan mencegah perselisihan dan mencegah para pihak untuk melanggar kesepakatan. Perjanjian atau kontrak inilah yang bisa menjaga komitmen dari kesepakatan masing-masing pihak.

contract management is important

4. Membuat Setiap Pihak Tetap Patuh Dengan Dokumentasi Kontrak

Saat membuat kontrak, para pihak berarti sudah saling sepakat dengan butir-butir yang dituangkan oleh surat kontrak. Setiap pihak tentunya sudah mengambil keputusan yang bulat untuk sepakat. Maka dari itu, semua keputusan yang dibuat oleh semua pihak akan dituangkan ke dalam sebuah surat kontrak. Inilah yang disebut dengan manajemen kontrak.

Dengan adanya surat kontrak ini maka akan memastikan semua pihak tetap patuh. Artinya setiap pihak yang sudah sepakat harus saling mengetahui poin-poin yang sudah dituang dalam kontrak. Perjanjian atau kontrak yang jelas akan membantu setiap pihak bertanggung jawab untuk dapat patuh dan taat menjalankan apa yang tertuang dalam kontrak dan perjanjian itu.

Kepatuhan ini juga erat hubungannya dengan menurunkan risiko. Jika ada kepatuhan antar kedua belah pihak maka tidak ada risiko salah satu pihak yang melanggar perjanjian tersebut. Risiko pelanggaran ini tentunya akan merugikan perusahaan secara keseluruhan. Dengan demikian kontrak perusahaan harus didokumentasikan dengan baik dan tepat.

5. Meningkatkan Transparansi Dengan Manajemen Kontrak

Dengan bantuan surat kontrak, segala sesuatu akan lebih adil dan transparan. Apapun yang dituangkan di dalam surat kontrak pastinya sudah dibicarakan dan sudah mencapai kesepakatan bersama. Dengan manajemen kontrak, kesepakatan yang sudah tercantum tersebut di dalam kontrak memang pada dasarnya perlu dilakukan dengan kesepakatan dan persetujuan dari pihak-pihak yang berhubungan.

Kata kesepakatan yang sudah diputuskan bersama pastinya memiliki sifat yang adil. Jika tidak adil maka salah satu pihak mungkin masih merasa keberatan dengan kontrak tersebut. Kata kesepakatan juga bisa dicapai dengan segala sesuatu yang sifatnya transparan. Kedua belah pihak akan merasa satu sama lain sudah terbuka dan transparan sehingga mencapai kata sepakat yang tertuang di surat kontrak.

Maka dari itu, contract management atau manajemen kontrak bisa menjadi upaya bagi perusahaan untuk menunjukkan nilai yang transparan dan adil. Dengan demikian citra perusahaan akan semakin baik karena secara jelas, adil dan transparan. Kesepakatan juga akan berjalan lancar dan mengungkungkan kedua belah pihak.

contract management is good for companies

Kesimpulannya, manajemen kontrak itu sangat penting. Tanpa manajemen kontrak yang baik dan benar, maka perusahaan dapat melewatkan hal-hal penting yang seharusnya terdokumentasi. Perusahaan perlu memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan hubungan dengan pihak luar. Tak hanya mencari keuntungan semata, tentu saja perusahaan harus memastikan kesepakatan yang terjalin benar-benar dilakukan serta mengurangi risiko pelanggaran hukum. Salam!


28th PT Mitra Mandiri Informatika


Peresmian 28th Mitra Mandiri Informatika

Pada tanggal 10 December 2020, Mitra Mandiri Informatika memperingati hari ulang tahun yang ke 28 tahun, sekaligus meresmikan gedung baru kami. 28th berkiprah dalam dunia Information Technology, Mitra Mandiri Informatika telah melalui berbagai krisis, namun dengan selalu menerapkan 5 prinsip perusahaan kami yaitu menunjung tinggi Integrity sehingga dapat dipercaya sebagai pilar bisnis kami yang utama, selalu menerapkan pola pikir untuk selalu Pursue For The Best agar memberikan yang terbaik untuk para klien kami, Valueable agar selalu memberikan nilai tambah untuk klien, Perseverance agar selalu gigih dalam menghadapi tantangan yang ada, dan yang terakhir adalah Respect To Others sehingga selalu menghormati dan membangun hubungan harmonis dengan klien. Kami berharap dengan diresmikannya kantor baru Mitra Mandiri Informatika, kerja sama yang telah berlangsung selama ini dengan seluruh klien Mitra Mandiri Informatika dapat lebih ditingkatkan, lebih efektif, terfokus, dan terarah kedepannya. Sehingga kerjasama kita semua dapat saling terus membantu Mitra Mandiri Informatika dan semua klien kami untuk terus tumbuh di masa yang akan datang.


Dimasa kedepannya nanti, Mitra Mandiri Informatika akan tetap berfokus menjadi salah satu IBM system integrator, karena kami percaya bahwa IBM adalah perusahaan dengan tingkat inovasi yang sangat tinggi. Mitra Mandiri Informatika bekerja sama dengan PT IBM Indonesia, dan business partner IBM lainnya, akan memberikan support yang terbaik kepada pelanggan kami, dan kami yakin kerjasama yang sudah terjalin selama 22 tahun bersama IBM Indonesia akan menjamin layanan yang kami berikan dengan standar layanan terbaik.


Pembukaan Gedung Baru PT Mitra Mandiri Informatika

Dalam Q2 2021, Mitra Mandiri Informatika akan meluncurkan product terbaru yang akan melayani klien-klien kami khususnya pada Klien SMB, yang bernama Promise Cloud. Promise Cloud adalah sebuah solusi untuk proses pengadaan barang dan jasa yang mengedepankan proses sourcing dengan konsep best practice  Procurement (Procure2Pay) sehingga dapat memenuhi kebutuhan dari tim pengadaan di perusahan, yang akan mempermudah proses adopsi aplikasi diperusahaan anda, layaknya aplikasi b2c dengan memenuhi standar compliance dan kebutuhan b2b.


Promise Cloud akan memberikan dampak yang menguntungkan untuk klien, yaitu



Sourcing:

Promise Cloud akan membantu  Anda dalam melakukan proses sourcing supplier melalui RFx (RFI,RFP,RFQ). Sehingga anda akan mendapatkan pilihan supplier yang lebih banyak dan Sesuai dengan rencana Kerja perusahaan. Mencari supplier dengan menggunakan tools RFx pada Promise Cloud secara tidak langsung juga akan mengefisiensikan waktu pemilihan supplier tanpa bersinggungan dengan compliance perusahaan anda.


Procure:

Kami mengedepankan prinsip Procure to Pay dalam Promis Cloud ini, sehingga pengguna Promise Cloud dapat dengan mudah memulai Langkah Pembelian, dimulai dari Request – Procure – negotiate – PO. Dan dapat memonitor kapan Pembelian tersebut dikirimkan sampai dengan invoice akan dikirimkan oleh supplier anda.


Payment:

Pada Promise Cloud Memungkinkan anda meminimalisir error/kesalahan pada proses payment  karena Promise Cloud memberikan kemudahan dengan memberikan informasi melalui metode 3 way matching, yang Memungkinkan pada saat anda melakukan pembayaran seluruh komponen mulai dari PO-Delivery-Invoice harus Sesuai terlebih dahulu.  


Promise Cloud akan diimplementasikan menggunakan IBM Cloud, dengan tujuan operation system Promise Cloud didukung oleh perusahaan dengan standar layanan kelas dunia. Klien dari Promise yang masih menggunakan On Promise dapat memigrasikannya ke dalam system Promise Cloud.


Bagaimana dengan perusahaan anda? Tertarik menggunakan Promise? Mari pelajari lebih lanjut Promise yang dapat membantu perusahaan anda bertransformasi.


katalog elektronik

Katalog elektronik dapat dikatakan merupakan jawaban bagi para pengusaha maupun marketer dalam mengembangkan bisnis mereka. Terutama dalam memasarkan produk atau pun jasa mereka secara digital.


Seperti kita ketahui, di era ini, nyaris segala kebutuhan masyarakat tersedia di jejaring sosial. Akhirnya, konsumen pun cenderung memilih produk dan jasa yang mudah diakses maupun dibeli tanpa harus keluar rumah atau tempat kerja.



Tidak hanya untuk masyarakat, kebijakan tentang pengadaan barang maupun jasa melalui mekanisne e-purchasing dengan sistem katalog elektronik juga turut mendorong organisasi pemerintah pusat maupun daerah.


Khususnya untuk bertranformasi dalam memotong rantai birokrasi, memudahkan prosedur, serta mengubah mekanisme pengadaan barang dan jasa dengan tujuan agar organisasi lebih responsif, transparan, dan dapat diakses.


PENGERTIAN KATALOG ELEKTRONIK


Kalau bicara soal LKPP atau Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, maka peraturan Nomor 11 Tahun 2018 menyebutkan bahwa:


e-katalog merupakan sistem informasi elektronik yang memuat informasi, berupa daftar, jenis, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), produk dalam negeri, produk Standar Nasional Indonesia (SNI), produk industri hijau, negara asal, harga, serta informasi lain dari berbagai penyedia barang/jasa.


LKPP katalog elektronik versi 5

Sedangkan secara umum, katalog elektronik dapat diartikan sebagai sistem informasi yang berisi tentang daftar produk maupun jasa, jenis, merek, spesifikasi teknis, harga, dan jumlah barang/jasa tersedia dan tentunya dapat diakses secara online atau digital.


Sistem ini sendiri termasuk dukungan pemerintah guna memperkecil anggaran dana e-purchasing atau pembelian dengan online shop, seperti yang tertera pada Peraturan Presiden Republik Indonesia No.4 tahun 2015.


Jika didefinisikan, e-purchasing merupakan tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem e-katalog yang diselenggarakan dan dikembangkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Tujuan dari penyelenggaraan e-purchasing sendiri adalah agar tercipta proses pemilihan barang/jasa secara langsung melaui sistem e-katalog. Sehingga hal ini memungkinkan semua Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) dapat memilih barang/jasa terbaik secara efisien, baik dalam hal biaya maupun waktu.


MANFAAT KATALOG ELEKTRONIK


Bukan hanya sekadar untuk menunjukkan kemajuan teknologi. Tidak sedikit yang memilih untuk membuat katalog elektronik karena memang sistem ini memiki banyak manfaat, baik untuk perusahaan atau pun konsumen, seperti ulasan berikut.


Untuk Konsumen Apa Saja Manfaatnya?


Bagi konsumen atau dalam hal ini masyarakat, beberapa manfaat akan keberadaan katalog elektronik di antaranya adalah:


Akses Jauh Lebih Mudah


Bagi konsumen, keberadaan katalog elektronik sangat menguntungkan. Terutama untuk menghemat waktu ketika menentukan dimana mereka memutuskan untuk membeli atau menggunakan barang/jasa.


Hanya perlu menggunakan satu perangkat seperti gadget, konsumen suah dapat melihat beberapa e-katalog sekaligus dari sejumlah took maupun supplier.


contoh katalog elektronik

Lebih dari itu, kebiasaan konsumen yang cenderung sering membandingkan harga pun akan lebih mudah ketika menggunakan katalog elektronik.


Katalog Selalu Update


Katalog elektronik tidak akan kadaluarsa dan dapat direvisi kapan saja. Artinya, e-katalog akan selalu update alias selalu diperbarui, baik dalam hal foto produk, harga, maupun promo yang berlaku. Hal ini tentu berbeda dengan katalog biasa yang dicetak pada kertas.


Baik foto produk, harga, promo, maupun segala informasi yang ada di dalamnya hanya berlaku pada waktu tertentu. Selepas dari waktu yang ditentukan, informasi dalam katalog biasa menjadi tidak berguna.


Informasi Barang/Jasa Transparan


Kesalahan cetak pada katalog manual (menggunakan kertas) sering kali menjadi alasan ketika terjadi kasus, dimana harga yang tertera tidak sama setelah proses pembayaran di kasir.


Tentu saja, kasus tersebut tidak akan terjadi ketika menggunakan katalog elektronik. Mengingat informasi mengenai barang/jasa selalu update dan transparan.


Akhirnya, tidak ada lagi pihak yang akan sengaja mengubah harga serta mengambil keuntungan dengan alasan pribadi. Sebab, informasi dalam katalog elektronik yang tertera berarti telah disepakati oleh pihak penyedia barang/jasa dan dianggap sah.


Jadi, ketika ada oknum yang tidak tidak memberikan barang atau jasa sesuai dengan informasi yang tertera pada katalog elektronik, konsumen memiliki hak untuk melakukan protes atau bahkan membawanya ke ranah hukum.


Performa Pengadaan Barang/Jasa Lebih Efektif


Terutama untuk pengadaan barang/jasa, katalog elektronik akan memudahkan konsumen untuk melakukan kesepakatan harga, termin waktu pembayaran, dan hal lainnya.


Tidak hanya itu, penggunana e-katalog pun akan leih efektif Karena lebih menghemat waktu, mengingat proses pengadaan lebih cepat. Akhirnya produktivitas juga akan semakin meningkat.


Keuntungan Katalog Elektronik Untuk Perusahaan?


Jangankan untuk konsumen. Katalog elektronik pun akan membawa keuntungan bagi perusahaan yang menerapkannya, seperti berikut ini.


Jangkauan Pasar Lebih Luas


Dijelaskan sebelumnya, jika keberadaan katalog elektronik akan memberikan kemudahan bagi konsumen. Selanjutnya, hal ini pun memungkinkan untuk turut andil dalam menaikkan omset perusahaan.


Kita tahu, kesibukan konsumen beragam. Mereka pun dapat lebih cenderung memilih e-katalog karena akan mempersingkat waktu dalam memilih barang/jasa. Sejalan dengan hal ini, perusahaaan pun berpotensi untuk menjangkau lebih banyak pasar dan selangkah lebih maju dari pengusaha lain.


Tepat Sasaran


Ketika menggunakan katalog manual, penyebar akan memberikan kepada sembarang orang. Risikonya, sering kali kurang tepat sasaran.


Hal tersebut tentu berbeda dengan katalog elektronik. Dimana perusahaan tidak perlu membagikannya pada masyarakat, melainkan cukup memasangnya pada jejaring sosial.


Siapa pun dapat mengakses e-katalog, terlebih jika mereka memang membutuhkan informasi yang terdapat di dalamnya.


Meminimalisir Risiko Penyalahgunaan Harga


Tidak sedikit departemen maupun pegawai perusahaan yang berpotensi untuk melakukan penggelapan dana. Misalnya dengan sengaja menambahkan harga barang/jasa demi keuntungan pribadi.


Hal ini tentu akan merugikan perusahaan. Sebab, konsumen merasa kecewa akibat harga barang/jasa terlalu tinggi. Sehingga kepercayaan mereka suatu hari akan berkurang pada perusahaan.


orang sedang bayar dengan katalog elektronik

Keberadaan katalog elektronik dalam kasus ini akan menjadi solusi. Karena harga barang/jasa lebih transparan.


E-katalog yang secara tidak langsung berfungsi sebagai dokumen sah dari perusahaan pun akan mengurangi risiko jika ada pihak yang ingin memanipulasi harga.


Lebih Efisien dan Efektif


Sejumlah katalog elektronik terkadang menyediakan fasilitas pemesanan yang tentunya akan menguntungkan perusahaan, karena tidak perlu lagi melayani konsumen. Terlebih lagi, semua barang/jasa yang dipesan konsumen terlampir dengan jelas.


Dengan tersimpannya arsip barang/jasa yang dipesan setiap konsumen, perusahaan juga dapat menunjukkannya sebagai bukti ketika suatu saat terjadi kesalahpahaman atau pun kesalahan.


Turut Mendukung Go Green


Sesuai dengan namanya, katalog elektronik tidak menggunakan kertas sebagai media untuk menampilkan segala informasi. Sebagai gantinya, sistem ini serba digital.


Seperti diketahui, dengan mengurangi penggunaan kertas, artinya perusahaan juga ikut andil dalam menjalankan salah satu program pemerintah, yaitu go-green.


Hal ini mengingat kertas terbuat dari batang pohon. Sementara itu, banyaknya pohon yang ditebang untuk membuat kertas akan meningkatkan global warming.


Jenis Katalog Elektronik


Berdasarkan isi dan siapa penerbitnya, katalog elektronik terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis e-katalog yang dapat diakses.


E-Katalog Nasional


Sesuai dengan namanya, jenis e-katalog nasional disusun dan dikelola oleh Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Katalog ini pun berlaku untuk kepentingan Indonesia secara umum.


katalog elektronik pemerintah

Isi dari katalog elektronik nasional biasanya tentang pengadaan barang maupun jasa bantuan untuk fasilitas negara. Contohnya jasa operator dalam pekerjaan konstruksi buku-buku sekolah, seragam sekolah, dan masih banyak lagi.


E-Katalog Sektoral


Jenis katalog ini disusun oleh kementerian. Tidak seperti e-katalog nasional, ruang lingkupnya pun lebih kecil. Barang atau jasa yang termasuk di dalamnya adalah alat nelayan, alat pertanian, alat perkebunan, dan lainnya.


E-Katalog Daerah


Ruang lingkup katalog elektronik jenis ini lebih kecil lagi. Seperti namanya, tim penyusunnya adalah pemerintah daerah setempat yang secara langsung dibentuk oleh kepala daerah.


Adapun kriteria barang/jasa yang biasanya masuk ke dalam jenis e-katalog daerah adalah yang dapat distandar-kan, dibutuhkan oleh SKDP (Satuan Kerja Perangkat Daerah), dan sifatnya berulang. Contohnya seperti terkait pekerjaan konstruksi hingga jasa konsultasi.


E-Katalog Swasta


Jenis katalog ini dapat dikategorikan menjadi dua kelompok utama berdasarkan target perusahaan, yaitu e-katalog untuk konsumen dan untuk bisnis.


Dua kelompok tersebut mempunyai definisi yang sama, yaitu merupakan list barang atau jasa yang dibuat perusahaan atau badan usaha swasta secara digital dengan informasi barang/jasa yang mereka jual.


Kesimpulan Dari Artikel Katalog Elektronik


Pada dasarnya, yang dimaksud e-katalog adalah sistem informasi yang berisi tentang daftar produk maupun jasa, jenis, merek, spesifikasi teknis, harga, dan jumlah barang/jasa tersedia dan tentunya dapat diakses secara online.


Menggunakan katalog online sangat menguntungkan, baik untuk konsumen maupun perusahaan. Karena bukan hanya memudahkan dalam mencari informasi produk, khususnya untuk konsumen. Perusahaan pun dapat menggunakan waktu dan dana secara efisien.

Mencapai tahapan collaborative procurement merupakan salah satu kunci keberhasilan tim pengadaan perusahaan, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan berbagai macam hal seperti SOP yang tepat, pengelompokkan vendor yang sesuai, dan teknologi yang mumpuni agar hal tersebut dapat tercapai. Untuk mengetahui apakah perusahaan anda sudah mencapai collaborative procurement atau belum, mungkin anda bisa bertanya kepada diri anda sendiri terhadap beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah anda merasa vendor yang mengikuti vendor pengadaan anda hanya vendor yang itu itu saja?
  • Apakah merasa vendor yang mengikuti pengadaan di perusahaan anda tidak sesuai dengan katogorinya?
  • Apakah banyak PO yang belum dapat di-close karena pengiriman tidak sesuai?
  • Apakah anda merasa memiliki banyak vendor yang memiliki resiko tinggi, tapi anda tidak bisa menilai performa mereka dengan baik

Jika anda merasa memiliki masalah masalah tersebut, berarti anda belum mencapai collaborative procurement. Mari kita pelajari lebih lanjut bagaimana anda bisa mencapai level tersebut dan bagaimana tim Promise dan Promise Vendor Management dapat menbantu anda.


Bagaimana anda bisa mencapai collaborative procurement?


Pengelompokan vendor berdasar kebutuhan perusahaan

Sebagaimana telah kita bahas pada artikel sebelumnya – https://promise.co.id/strategic-sourcing-to-reach-best-procurement-strategy/ – dimana kita telah mebahas langkah-langkah apa saja yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan vendor yang terkualifikasi dengan baik. Misalnya dengan assessment terhadap market, atau dengan menggunakan kraljic matrix, dimana anda bisa mengelompokkan supplier yang anda miliki menjadi 4 kelompok (rutin material, leverage material, bottleneck material, atau strategis material).

Dengan menggunakan vendor management dan strategic sourcing yang baik, maka procurement diharapkan mendapatkan kolaborasi yang baik dari proses PR hingga PO, atau bahkan sampai proses payment.

Dengan memiliki vendor management yang baik, hal tersebut merupakan awal proses yang dapat anda lakukan agar procurement collaboration dapat berjalan dengan baik, tentu nya dengan melakukan strategic sourcing.

Vendor Lifecycle Management

Life-cycle for collaborative procurement
Vendor Life-cycle Management

Vendor lifecycle management didefinisikan sebagai pendekatan awal hingga akhir dalam mengelola vendor secara transparan dan terstruktur. Mulai dari pendaftaran vendor, seleksi, sampai dengan vendor mendapatkan PO dan melakukan invoicing.

Data-data yang ada dari vendor tersebut harus dikelola dengan baik agar anda dapat memberikan penilaian terhadap performa vendor yang ada, sehingga anda dapat melakukan development / pengembangan kepada vendor yang ada di perusahaan anda, agar vendor juga akan mendapat value yang ada diperusahaan anda. Selain itu, dengan melakukan perkembangan bersama, anda akan mendapat vendor-vendor yang berkualitas.

Penilaian performa vendor sebagai bentuk vendor development

Dalam proses Vendor Management, ada baiknya vendor tersebut dinilai mulai dari performancenya, delivery nya, kapabilitas dalam memberikan solusi dll. Dimulai dari proses registrasi vendor, penilaian dapat dilakukan terhadap vendor, tidak hanya kelengkapan dokumen, bisa juga penilaian umum dan penilaian khusus. Apa itu penilaian umum? Yaitu penilaian terhadap keuangan vendor, personalia dimiliki vendor tersebut, fasilitas dan posisi kantor, dan kemampuan terhadap penyelesaian proyek yang vendor terima. Selain itu, anda bisa melakukan penilaian khusus, berdasarkan kategori vendor barang atau jasa.

Dengan adanya scoring atau penilaian dalam form registrasi vendor, anda akan menjadi lebih objektif di dalam melihat vendor yang akan mendaftar di perusahaan anda. Tentu dengan menggunakan tools yang baik.

Berikutnya pada proses Qualification, anda dapat melakukan compliance check, due diligence / wawancara yang parameternya dapat anda atur, sehingga memungkinkan anda mendapatkan nilai yang lebih objektif. Selain itu anda juga perlu mengembangkan vendor agar menjadi lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan kita, dan menjaga hubungan baik dengan vendor.

Ketika anda telah melakukan proses tersebut, anda dapat memberikan rangking terhadap vendor yang anda miliki. Penilaian tersebut dapat anda lakukan untuk menentukan vendor mana yang perlu anda kembangkan untuk menjadi lebih baik, dan vendor mana yang perlu anda jaga kualitasnya.


Bagaimana Teknologi dapat membantu anda?


New Promise Vendor Management


Promise Vendor Lifecycle Management

Agar Procurement mendapatkan value dari Vendor Management diperlukan perubahan yang signifikan, diantaranya perlu adanya system/technology yang membantu. New Promise Vendor Management, sangat memungkinkan untuk mengadopsi seluruh siklus yang berkaitan dengan vendor dan pembeli. Sehingga dapat membantu Tim Vendor Management untuk melakukan penilaian performance vendor. Segala bentuk akses dan informasi tersebut tersedia di dalam satu platform dan dashboard yang mudah digunakan oleh pengguna.

Selain itu, konsultan kami dapat memberikan solusi dan saran yang berguna dalam melakukan pengelompokan type vendor berdasarkan rencana kerja perusahaan, sehingga memudahkan anda menentukan posisi vendor pada kraljic matrix dan melakukan pengembangan vendor agar tercipta win-win solution antara ke dua belah pihak dan tercipta procurement collaboration.


Artikel ini merupakan rangkuman dari Promise Webinar : Vendor Management for Collaborative Procurement, Untuk lebih lengkapnya, anda dapat menyaksikan rekaman ulang webinar di channel youtube kami

PT BNI Life adalah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, yang menyediakan berbagai produk asuransi seperti Asuransi Jika, Kesehatan, Pendidikan, Investasi, Pensiun dan Syariah. BNI Life yang merupakan anak perusahaan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero), telah berdiri lebih dari 21 tahun telah memiliki banyak pengalaman dalam melayani konsumennya.

Memiliki sistem pengadaan yang tepat dan terintegrasi dengan baik merupakan cara yang tepat untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Dengan menggunakan aplikasi pengadaan digital yang terintegrasi secara menyeluruh, seperti pengelolaan pengadaan, pengelolaan vendor, pengelolaan kontrak dan katalog elektronik, PT BNI Life akan dapat menjalankan pengadaan dengan mudah, serta memantau seluruh proses secara akurat dan transparan.

Promise Untuk PT BNI Life

Pada bulan Maret tahun 2020, PT BNI Life memilih Promise – Integrated Procurement Solution sebagai penyedia jasa solusi aplikasi pengadaan yang lengkap, untuk menggunakan modul-modul Promise secara menyeluruh, sebagai aplikasi untuk mendapatkan hasil pengadaan yang transparan dan memberikan efisiensi proses pengadaan.

Promise, sebagai penyedia jasa aplikasi pengadaan, dengan sigap memenuhi kebutuhan-kebutuhan PT BNI Life untuk bertransformasi dari proses pengadaan manual menjadi sistem pengadaan yang ter-otomatisasi demi mencapai kebutuhan-kebutuhan serta target perusahaan dalam menjalankan proses pengadaan.

Proses User Acceptance Test di PT BNI Life

Mitra Mandiri Informatika, sebagai pemilik utama aplikasi Promise, sangat mengusung Promise sebagai aplikasi Pengadaan Elektronik yang Terintergrasi untuk membantu perusahaan anda melakukan transformasi digital seluruh proses pengadaan perusahaan, yang sudah teruji diberbagai macam perusahaan baik perusahaan swasta ternama ataupun perusahaan-perusahaan BUMN.

Bagaimana dengan perusahaan anda? Tertarik menggunakan Promise? Yuk pelajari lebih lanjut modul-modul Promise yang dapat membantu perusahaan anda bertransformasi.